Ada kesalahan di dalam gadget ini

27 Feb 2011

Pengaruh Internet

Diposting oleh Fa Nisa pada 4:46 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
 


Nama: Fachrun Nisa Tatimma
Kelas: x-2/09
SMAN 1 GIRI



 BAB I
Pendahuluan
            Perlu diketahui, Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Dalam pengembangan dunia Internet beberapa orang ahli yang mendukung perkembangan Internet yaitu, Timothy Berners Lee pencipta WWW (World Wide Web) dan Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail. Mereka adalah sebagian dari tokoh-tokoh Internet. Dalam penciptaanya, aplikasi ini banyak manfaatnya bagi masyarakat, yaitu: memudahkan mencari informasi secara efisien, dapat membuat suatu tulisan agar dimanfaatkan oleh pengguna internet, membuka usaha dalam jejaring sosial atau blog, memudahkan komunikasi antar pengguna, dan lain-lain.
Selama ini, banyak sekali orang yang tidak bisa melihat manfaat internet dari sisi positifnya. Selalu saja dari sisi negatif dan itu membuat citra internet semakin buruk. Padahal, jika kita melihat manfaat media satu ini, akan sangat banyak keuntungan yang bisa kita dapat.

Korupsi !!!

Diposting oleh Fa Nisa pada 4:32 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat. Efektifitas dan keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh dua faktor, yaitu sumberdaya manusia, yakni (orang-orang yang terlibat sejak dari perencanaan samapai pada pelaksanaan) dan pembiayaan. Diantara dua faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor manusianya.
Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia dilihat dari keanekaragaman kekayaan sumber daya alamnya. Tetapi ironisnya, negara tercinta ini dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia bukanlah merupakan sebuah negara yang kaya malahan termasuk negara yang miskin. Mengapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya tetapi juga menyangkut kualitas moral dan kepribadiannya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparat penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi.
            Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi social (penyakit social) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Korupsi

Keluhan Penjual Daging Sapi (Hasil wawancara dalam bentuk artikel)

Diposting oleh Fa Nisa pada 4:23 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

             Penjual daging sapi, Sriani, Banyuwangi (21/2), mendapatkan daging sapi dengan cara membeli dari penjual sapi, kemudian di sembelih di tempat jagal. Daging tersebut dijual dengan harga Rp. 60.000/kg, olahan rawon seharga Rp. 50.000, dan tulang babat Rp. 15.000 di pasar Blambangan. Ia menjual dagangannya mulai pukul 14.00 s.d 09.00 pagi. Rata-rata pendapatan yang diperoleh sekitar Rp.1.500.000 – Rp.2.000.000 per bulan.
            Menjual daging sapi setiap hari tidak selalu mujur, kadang sehari tidak habis terjual. “Saya menjual daging sapi di pasar kadang tidak habis terjual. Apalagi cuaca saat ini tidak mendukung dan kurang memadai. Pelangganpun enggan untuk keluar rumah dan malas berbelanja di pasar” ujar Sriani.
Alasan lain, kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging sapi terus menerus akan menyebabkan kolesterol tinggi. Daging sapi per 100 gram mempunyai kandungan lemak total 14.0, lemak jenuh 5.1, lemak tidak jenuh 0.5, dan kolestrol 70. Kadar lemak produk daging bervariasi sangat luas tergantung pada berbagai faktor seperti spesies, pakan, jenis potongan, seberapa besar penghilangan lemak yang dilakukan selama proses pengolahan (pengolahan karkas, pemotongan, preparasi potongan daging yang akan dijual, dan penghilangan lemak oleh konsumen), kondisi pemasakan dan lain sebagainya. Sekarang ini, kadar lemak didalam daging merah yang rendah lemak (lean meat) ada yang kurang dari 5% sehingga tidak bisa dikatakan sebagai makanan berenergi tinggi. Secara umum, kandungan lemak didalam daging merah (yang sudah dibuang lemak bawah kulit/lemak subkutannya) relatif lebih tinggi daripada unggas ataupun seafood.
Dan isu akhir-akhir ini yang beredar, masyarakat mulai beranggapan banyak daging sapi yang dijual dipasaran adalah daging yang tidak sehat, yang disebut daging sapi “glonggongan“. Hal ini menyebabkan anjloknya peminat daging sapi. Penjual daging sapi banyak yang kelimpungan, akhirnya harga daging sapi merosot tajam. Sriani, penjual daging sapi, mengeluh pelanggannya tidak lagi membeli daging sapinya. Penghasilannya juga menurun. Namun, kabar tersebut mulai menghilang karena ada tindakan dari pemerintah dalam mencegah tindakan yang merugikan masyarakat.
Daging sapi tidak semuanya tidak baik, hanya bagaimana menyikapi masalah yang timbul di masyarakat, serta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dan memilih daging yang baik. Karena daging merupakan pelengkap gizi tubuh manusia untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Fachrun Nisa Tatimma. Diberdayakan oleh Blogger.
 

Minni Blog'Schulerin乂⍲‿⍲乂 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea