Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesehatan

Tingkah Laku, Handling dan Restrain Kucing

Kucing merupakan hewan karnivora yang memiliki kekerbatan dekat dengan harimau. Secara alami kucing hidup liar di hutan mencari mangsa buruan sendiri sesuai behaviornya. Akan tetapi saat ini masyarakat secara global telah menerima keberadaan kucing di lingkungan tempat tinggal manusia, bahkan orang-orang pecinta kucing memasukkan hewan kesayangannya kedalam akta keluarga, seperti halnya anjing. Mereka adalah kucing domestik artinya kucing tersebut telah didomestikasi dari liar menjadi penurut karena telah dihilangkan sifat keliarannya. Meskipun kucing hidup lama bersama manusia, ada kalanya sifat liar kucing tersebut muncul kembali. Sehingga perlu kesigapan dalam mengendalikan kucing-kucing tersebut diantaranya mengetahui tingkah laku kucing dan cara handling maupun restrain. Senjata utama pada kucing yang perlu sobat ketahui ialah gigi taring yang tajam dan kuku kakinya yang runcing. Ketika kucing tersebut merasa dalam bahaya, jengkel, maupun senang kadangkala senjata tersebut menjad...

Mengapa Orang Lapar Lebih Gampang Marah?

Ada ungkapan bangsa yang pemarah adalah bangsa yang rakyatnya lapar. Ternyata ungkapan tersebut terbukti secara ilmiah, bahwa orang yang lapar memang gampang sekali naik darah. Rasa lapar biasanya diawali dengan suara “keroncongan” di dalam perut, berlanjut dengan lemas dan kelelahan. Beberapa orang yang sedang lapar juga menderita sakit kepala, penglihatan kabur, kebingungan dan pusing. Selanjutnya, kelaparan akan membuat orang benar-benar bertemperamen buruk, mudah marah dan rewel. Kenapa rasa lapar membuat orang mudah marah? Kemarahan adalah keadaan emosional yang disebabkan oleh keluhan atau suatu penderitaan. Orang bisa marah karena orang lain, karena ada kejadian atau karena dirinya sendiri. Dilansir Livestrong, rasa lapar memang memicu amarah. Hal ini karena bila orang dibiarkan lapar dalam jangka waktu lama, maka kadar gula darah di dalam tubuhnya sangat terganggu. Akibatnya, pasokan glukosa (gula) yang mencapai otak menjadi berkurang. Di dalam darah, gl...

Keluhan Penjual Daging Sapi (Hasil wawancara dalam bentuk artikel)

             Penjual daging sapi, Sriani, Banyuwangi (21/2), mendapatkan daging sapi dengan cara membeli dari penjual sapi, kemudian di sembelih di tempat jagal. Daging tersebut dijual dengan harga Rp. 60.000/kg, olahan rawon seharga Rp. 50.000, dan tulang babat Rp. 15.000 di pasar Blambangan. Ia menjual dagangannya mulai pukul 14.00 s.d 09.00 pagi. Rata-rata pendapatan yang diperoleh sekitar Rp.1.500.000 – Rp.2.000.000 per bulan.             Menjual daging sapi setiap hari tidak selalu mujur, kadang sehari tidak habis terjual. “ Saya menjual daging sapi di pasar kadang tidak habis terjual. Apalagi cuaca saat ini tidak mendukung dan kurang memadai. Pelangganpun enggan untuk keluar rumah dan malas berbelanja di pasar ” ujar Sriani. Alasan lain, kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging sapi terus menerus akan menyebabkan kolesterol t...