Ada kesalahan di dalam gadget ini

30 Des 2010

Final Piala AFF 2010 : persepak bolaan Indonesia!!

Diposting oleh Fa Nisa pada 9:19 PM
Reaksi: 

Selasa, 28 Dec 2010 09:52

Timnas Dihantui Kutukan Runner-up

Timnas Dihantui Kutukan Runner-up Timnas Indonesia pada Piala AFF belum pernah menggenggam trofi juara. Prestasi tertinggi hanya runner-up pada turnamen edisi 2000, 2002, serta 2004. Prestasi terburuk timnas adalah pada Piala AFF 2007.

Skuad Merah Putih pada edisi ini untuk pertama kali gagal ke semifinal, setelah hanya berada di posisi 3 Grup B. Dari tujuh turnamen yang terlaksana, tiga kali hanya jadi peraih runner-up, dua dari tiga pelatih timnas adalah orang asing. Pada edisi 2002, Ivan Venkov Kolev menjadi arsitek timnas yang ketika itu kalah di final dari Thailand.

Turnamen edisi ini anak asuh Kolev kalah adu penalti 2-4 setelah sebelumnya imbang 2-2. Lalu, Peter Withe membawa timnas melaju ke final turnamen edisi 2004. Namun, dua leg final Indonesia selalu tumbang dari Singapura, baik di kandang maupun tandang.

Untuk final edisi 2000, Nandar Iskandar adalah pelatih yang pertama kali membawa timnas melaju ke final turnamen dua tahunan ini. Perolehan runner-up timnas pada Piala AFF ini paling banyak di antara kontestan turnamen ini lain.



Selasa, 28 Dec 2010 10:27

Final Piala AFF 2010

Penukaran Voucher Masih Bermasalah

Penukaran Voucher Masih Bermasalah Hari ini, Selasa (28/12/2010), adalah masa penukaran voucher dengan tiket asli laga final AFF Cup 2010. Namun, masih saja banyak permasalahan yang terjadi di setiap loket penukaran.

Seperti yang terjadi di loket penukaran tiket Kategori I, di depan Masjid Albina, Jalan Pintu I, Senayan. Para calon penonton ini sudah antre sejak pukul 06.00 WIB. Bahkan petugas keamanan setempat menyebutkan ada sekelompok suporter dari luar kota yang sudah datang dari pukul 03.00 WIB dini hari. Padahal menurut jadwal, loket baru akan dibuka pada pukul 10.00 WIB.

Para calon penonton yang sudah antre sejak pagi ini harus menelan kekecewaan, setelah panitia tidak melayani mereka. Pasalnya, mereka hanya mempunyai kuitansi nota pemesanan, bukan voucher seperti yang sudah ditentukan.

“Saya ikut mengantre pada 23 Desember lalu. Ternyata di antrian ke 600 voucher sudah habis dan kami diberi kuitansi nota pemesanan dengan harga yang sama sebesar Rp200 ribu. Mereka bilang nota pemesanan ini berfungsi sama dengan voucher,” jelas calon penonton, Hariyanto (35), pria asal Solo yang menetap di Palmerah Jakarta

Hariyanto bersama sekitar 400 calon penonton lainnya sudah mengantre sejak pagi. Ternyata setelah loket dibuka pada pukul 09.00 WIB, panitia tidak melayani mereka dengan alasan mendahulukan yang memiliki voucher.

“Kami meminta pertanggungjawaban dari panitia. Ini menunjukan ketidakbecusan PSSI dalam mengelola tiket. Saya tidak mempermasalahkan uang, tapi tanggung jawab PSSI,” tegas Hariyanto.

Saat ini antrian di penukaran tiket Kategori I sudah mengular mencapai depan pintu masuk Istora Senayan. Lalu lintas di jalan Pintu I sudah tersendat, tapi para pengantre masih berbaris di trotoar.


Kamis, 30 Dec 2010 10:31

Jangan Malu untuk Belajar

Jangan Malu untuk Belajar Indonesia tidak perlu malu belajar atas sukses Malaysia menjuarai Piala AFF 2010. Meski menang 2-1 pada final kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010), Indonesia gagal menjadi juara. Sukses Malaysia tidak lepas dari keseriusan mereka pada pembinaan usia muda.
Disaksikan sekitar 95.000 penonton, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia tertinggal 0-1 menit ke-54 oleh striker Safee Sali. Bek Muhammad Nasuha menyamakan 1-1, menit ke-72, dan Mohammad Ridwan memenangkan Indonesia 2-1, dua menit menjelang laga bubar. Kapten Firman Utina gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-19.
Sebelum berangkat menonton pertandingan, Presiden sempat memberikan keterangan pers. Ia mengharapkan tim nasional Indonesia bermain sebaik-baiknya tanpa beban dalam pertandingan final kedua ini. ”Tidak perlu ada beban apa pun, kami semua tetap bangga kepada tim nasional kita, meskipun kemarin di Kuala Lumpur belum berhasil, tetapi tetaplah bermain dengan baik,” ujarnya.
Meski gagal juara, suporter Indonesia yang menguasai stadion dengan atribut merah tidak kecewa kepada pemain. Mereka tetap mengelu-elukan Firman Utina dan kawan-kawan, terutama setelah mendengar Firman dinobatkan sebagai Pemain Terbaik.
Kekecewaan atas kegagalan Indonesia meraih Piala AFF 2010 terpancar jelas dari wajah-wajah para pemain, jajaran manajer, dan pengurus PSSI.
Raut wajah mengungkap sejuta rasa meskipun kebisuan mengunci para pemain saat berjalan menyusuri lorong penghubung antara lapangan dan ruang ganti. Pemain berjalan lesu dengan wajah murung menuju ruang ganti.
Firman, yang biasanya ramah, wajahnya terlihat tegang. Ia hanya menunjuk dengan telunjuk tangan kanannya ke arah press room.
Bambang Pamungkas yang bermain bagus di babak kedua juga dengan singkat mengatakan, ”Nanti saja ya.” Pemain lainnya tidak ada yang menjawab pertanyaan jurnalis dan berjalan langsung ke ruang ganti.
Manajer Timnas Andi Darussalam Tabussala, yang biasanya ceria dan sering melontarkan guyonan kepada wartawan, berjalan lesu. Wajahnya terlihat gundah. Senyum tipisnya membalas sapaan wartawan, tetapi tak mampu menutupi kekecewaan.
Sekitar 15 menit kemudian, drama lain terjadi di pintu keluar ruang ganti pemain. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid diteriaki para suporter yang menunggu pemain untuk minta tanda tangan. Anggota rombongan Nurdin terpancing emosinya dan membalas teriakan para suporter itu. Ketegangan sesaat itu baru mencair setelah petugas keamanan meminta rombongan Nurdin berjalan keluar melalui lorong samping.
”Ketua umum sudah berusaha maksimal, segala daya dan upaya sudah dilakukan,” ujar Nurdin yang menolak mundur. ”Apa urusannya dengan ketua umum. Nurdin Halid tidak akan pernah mengundurkan diri. Catat itu besar-besar.”
Dalam jumpa pers sebelumnya, Presiden menyatakan telah mencermati banyak saran dan kritik disampaikan masyarakat soal PSSI. Ia mengharapkan PSSI juga mendengarkan saran dan kritik masyarakat itu. ”PSSI saya harapkan juga mendengarkan saran, kritik, rekomendasi dari rakyat Indonesia yang sangat mencintai tim nasionalnya,” ujar Presiden.
Riedl evaluasi pemain
Dalam jumpa pers seusai laga, Pelatih Indonesia Alfred Riedl ditanya soal masa depan tim Indonesia, tetapi ia tidak secara tegas menjawabnya. Ia menyatakan bakal melakukan evaluasi terhadap skuadnya.
Riedl menambahkan, timnya bermain sangat bagus, tetapi kurang beruntung. ”Kami ucapkan selamat kepada Malaysia, tetapi kali ini tim terbaik tidak menjadi juara,” kata Riedl yang juga mengucapkan terima kasih kepada dukungan suporter yang luar biasa.
Menurut Riedl, kegagalan Indonesia merebut juara sudah dipastikan pada laga pertama di Kuala Lumpur. ”Kami kalah di Kuala Lumpur, dalam 15 menit yang kacau,” ujarnya.
”Itu adalah permainan terbaik kami sepanjang turnamen. Kami memiliki banyak peluang, tetapi kurang beruntung. Pada babak kedua, tim memperlihatkan karakternya untuk bangkit, saya berterima kasih pada pemain,” katanya.
Soal penalti yang gagal, Riedl tidak mau menyalahkan Firman Utina. Firman mengatakan, kegagalannya menendang penalti bukan karena tekanan. ”Itulah sepak bola, malam ini saya gagal. Saya memang ditugaskan oleh pelatih untuk mengambil penalti, kalau bukan saya siapa lagi,” kata Firman.
Bambang Pamungkas menambahkan, pertandingan final kedua sangat luar biasa dan Indonesia hanya kurang beruntung. ”Kita tidak kalah, kita menang, tetapi tidak juara,” ujar Bambang.
dari Saya:
"Timnas menang tidak juara, Kalah terhormat, Menang dalam penampilan dan kemampuan maksimal.!!!"
^_^  Indonesia sudah melakukan yang terbaik.

Give Comment,.

sumber: bolaindo.com

1 komentar:

facebook mengatakan...

Semoga persepak bolaan Indonesia tambah maju GO.....Timnas :|

Fachrun Nisa Tatimma. Diberdayakan oleh Blogger.
 

Minni Blog'Schulerin乂⍲‿⍲乂 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea