13 Apr 2014

Laporan Praktikum Biologi I - Penggunaan Mikroskop serta Pengamatan Bentuk dan Struktur Sel

Diposting oleh Fachrun Tatimma pada 3:51 PM
Reaksi: 






LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA
PENGAMATAN BENTUK DAN STRUKTUR SEL





KELOMPOK 3

DISUSUN OLEH:
NAMA          : FACHRUN NISA’ TATIMMA
NIM               : 130210102118
KELAS         : B REG




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
I.                   JUDUL
Penggunaan Mikroskop serta Pengamatan Bentuk dan Struktur Sel

II.                TUJUAN
2.1  Memperkenalkan komponen – komponen mikroskop dan cara penggunaannya
2.2  Mempelajari cara menyiapkan bahan – bahan yang akan diamati di bawah mikroskop
2.3  Mengamati bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan

III.             TINJAUAN PUSTAKA
Panca indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas, karena itu banyak masalah mengenai organisme yang akan diamati hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat – alat bantu. Salah satu alat bantu yang sering digunakan dalam pengamatan prepaat mikroskopis adalah mikroskop. Mikroskop ( Latin: micro; kecil, scopium: penglihatan ), yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan daya pisah seseorang sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati objek yang sangat halus (Tim Dosen Pembina, 2013:1 ).
Ada beberapa jenis mikroskop, diantaranya mikroskop monokuler, bayangan yang tampak memiliki panjang dan lebar, hanya sedikit memberi gambaran tentang tingginya. Obyek yang akan diselidiki harus memiliki ukuran yang kecil dan tipis sehingga bisa ditembus.
Macam-macam mikroskop :
1.      Mikroskop cahaya  
Mikroskop cahaya dapat memperbesar secara efektif sekitar 1.000 kali dari ukuran asli spesimen. Pada perbesaran yang lebih tinggi, detail tambahan tidak lagi dapat dilihat dengan jelas. Adapun teknik-teknik yang digunakan oleh mikroskop cahaya yaitu : 
- Medan terang (spesimen tak diwarnai) 
- Medan terang (spesimen diwarnai) 
- Fase-kontras 
- Diferensiasi-interferensi-kontras (nomarski) 
- Fluoresensi 
- Konfokus 
2.   Mikoskop electron
Mikroskop elektron adalah jenis mikroskop yang menggunakan sinar partikel elektron untuk menerangi spesimen dan menghasilkan gambar yang diperbesar. Mikroskop elektron dibagi menjadi dua, yaitu : 
-  Mikroskopi elektron payar (SEM), memfokuskan seberkas elektron melalui spesimen atau pada permukaannya. Dengan resolusi berbanding terbalik dengan panjang gelombang radiasi. 
-   Mikroskopi elektron transmisi (TEM), mengarahkan berkas elektron melalui irisan spesimen yang sangat tipis, mirip dengan cara mikroskop cahaya meneruskan cahaya melalui obyek (slide).

Pembentukan bayangan pada mikroskop  :
Sifat bayangan pada mikroskop ditentukan oleh 2 lensa, yaitu lensa obyektif dan lensa okuler. Bayangan yang dihasilkan oleh benda haruslah terletak antara jarak titik dekat dan titik jauh mata agar dapat diamati dengan jelas. Biasanya mikroskop dipergunakan untuk mengamati benda dengan kecil, maka benda yang dimat iharuslah terletak sedekat mungkin dengan lensa objektif, agar sudut penglihatan oleh lensa objektif menjadi sebesar mungkin. Hal ini, berarti bahwa jarak fokus lensa objektif mikroskop harus sekeci mungkin. Jarak fokus sekecil ini dapat diperoleh dengan menggunakan sistem lensa sebagai lensa objektif mikroskop. Di samping itu, dengan menggunakan sitem lensa, abrasi dapat dikurangi. Karena lensa objektif hanyalah membentuk bayangan nyata yang diperbesar, yang kemudian diamati dengan lensa okuler (Sutrisno,1984 : 152).

Cara penggunaan mikroskop :
1.        Letakkan mikroskop di tempat terang, buka diafragma sampai maksimal
2.        Atur posisi cermin datar / cekung sedemikian rupa sehingga kaca kondensor menjadi terang
3.        Naikkan kondensor sampai maksimal dengan memutar tombol kondensor
4.        Tempatkan preparat di meja mikroskop
5.        Turunkan tabung mikroskop sampai lensa obyektif hampir menyentuh gelas penutup
6.        Melalui lensa okuler, amati preparat sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus (Tim Dosen Pembina, 2013: 2).
Sel merupakan satuan dasar yang menyusun organisme. Istilah celula digunakan pertama kali oleh Robert Hook pada tahun 1665. Hook menggunakan istilah tersebut untuk memberi nama pada ruang yang dibatasi oleh dinding yang dilihatnya pada gabus; kelak ia mengamati bahwa sel pada jaringan tumbuhan yang lain mengandung “cairan” / “jus” (Fahn, 1965: 17).
Bagian yang ada di sebelah dalam dinding sel disusun oleh bahan yang disebut protoplasma, yang berarti bahan hidup dalam bentuk sederhana. Bagian yang disusun oleh protoplasma ini disebut protoplas. (Soerodikoesoemo, 1987: 1.1).
Bentuk sel tumbuhan bermacam – macam. Ada yang berbentuk seperti peluru, kubus, poliedrik, prisma, memanjang, seperti serabut atau 1/10 mm (10-100 Um). Panjang sel – sel juga bermacam – macam (Soerodikoesoemo, 1987:1.1)
Komponen utama sel tumbuhan ialah dinding sel, sitoplasma dan nukleus. Sitoplasma meliputi retikulum endoplasma, aparatur Golgi, mitokondria, plastid, mikrobadan, ribosom, sferosrom, mikrotubula, vakuola dan zat-zat ergastik.
Sitoplasma meliputi sebagian dari protoplas. Secara fisik sitoplasma merupakan zat kental yang lebih kurang transparan dalam cahaya tampak. Secara kimia struktur sitoplasma sangat kompleks, komponen utamanya ialah air (85-90%). Aliran sitoplasma sering kali dapat dilihat pada sel hidup dengan bantuan mikroskop cahaya. Sitoplasma dipisahkan dari dinding sel oleh membran unit disebut plasmalema dan dari vakuola oleh membran unit lain  (Fahn, 1965: 19,21).
Sitoplasma disebut juga plasma sel atau plasma. Di bawah mikroskop biasa ( mikroskop cahaya ) sitoplasma terlihat sebagai bahan yang dapat ditembus cahaya, lebih kental daripada air, dengan butir – butir dan bagian yang mempunyai ukuran bermacam – macam. (Soerodikoesoemo, 1987: 1.1).
Umumnya nukleus berbentuk bola, namun bentuk-bentuk lain yang diamati juga. Nukleus sangat pekat, berstruktur granul dan fibril, dan tidak dibatasi oleh membran. Nukleus membawa informasi untuk protein sel di dalam DNAnya.
Adanya dinding pada sel tumbuhan membedakannya dari sel hewan. Dinding sel ditemukan pertama kali pada abad ke 17, yaitu sebelum dikenalnya protoplasma, dan mulai sejak itu banyak peneliti yang mempelajarinya (Fahn, 1965: 32,45).
Membran sering dikatakan bersifat semipermiabel, berarti molekul air dapat menembus membran tersebut, sedangkan bahan-bahan yang terlarut dalam air tersebut tidak dapat menembus membran tersebut. Fungsi membran pada dasarnya adalah mengatur lalu lintas molekul air dan ion atau senyawa yang terlarut dalam air untuk keluar masuk sel atau organel-organel sel.
Ada 4 teori untuk menjelaskan mengapa air lebih mudah menembus membrane dibandingkan dengan ion ata senyawa lainnya, yakni: (1) membran tersusun dari bahan yang lebih mudah berasosiasi dengan molekul air disbanding dengan senyawa lain yang terlarut dalam air, sehingga air akan lebih mudah menembus membrane, (2) Adanya gelembung udara yang mengisi celah-celah membrane. Molekul air merupakan senyawa yang mudah menguap, (3) Pada membrane terdapat pori-pori yang sangat kecil, membrane berfungsi sebagai saringan, (4) Air bergerak lebih cepat karena pergerakannya  menembus membrane tersebut disebabkan oleh difusi yang cepat pada bidang-temu antara air dalam pori membrane dengan cara sitoplasma. (Lakitan, 2012: 10-11)

IV.             METODE PENGAMATAN
4.1  Alat dan Bahan
a.       Alat
1.      Mikroskop
2.      Gelas obyek dan gelas penutup
3.      Pipet tetes
4.      Skalpel
5.      Silet tajam
b.      Bahan
1.      Potongan kertas yang bertuliskan huruf   “d” atau “b”
2.      Air
3.      Epitel rongga mulut
4.      Bawang merah
5.      Methilen Blue
6.      Alkohol 70%

4.2  Prosedur Kerja






Pengamatan Potongan Huruf “d” atau “b”

 



 


Text Box: Metakkan potongan huruf “d” atau “b” pada gelas obyek dan menutup perlahan-lahan dengan gelas penutup, lalu mengamati preparat dengan perbesaran lensa obyektif lemah.


Text Box: Membandingkan letak bayangan dengan letak obyek yang diamati, (Letak bayangan sama atau terbalik? Apakah bayangan tersebut merupakan bayangan cermin?) Menggambar bayangan tersebut.
Text Box: Sambil memandang ke dalam okuler, menggeser preparat dari kiri ke kanan (Ke arah mana bayangan bergeser? Dan kemana kah bayangannya jika preparat digeser ke belakang?)


Text Box: Menggambar dan menuliskan hasil pengamatan yang diamati
Text Box: • Pengamatan epitel rongga mulut (sel hewan)Text Box: Pengamatan Bentuk dan Struktur Sel









































Text Box: Mengorek bagian rongga mulut dengan skalpelText Box: Membersihkan skalpel dengan alkohol

































Text Box: Menggambar dan memberi keterangan bagian yang teramatiText Box: Mengamati di bawah mikroskopText Box: Menutup dengan kaca penutupText Box: Menetesi dengan sedikit airText Box: Meletakkan hasil irisan pada kaca bendaText Box: Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan silet tajamText Box: Menggambar dan beri keterangan bagian yang teramatiText Box: Mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuatText Box: Menutup dengan kaca penutupText Box: Menetesi dengan methilen blue sedikitText Box: Meletakkan hasil korekan pada kaca benda
Text Box: • Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)









V.                HASIL PENGAMATAN

1.      Pengamatan potongan huruf “d” atau “b”
Huruf “d”
10011152_688158507873242_765630238_n.jpg
Huruf  “b” 1280489_688157931206633_792058594_n.jpg
Keterangan:
Perbesaran: 4 x 10
Sifat bayangan: Lensa obyektif => nyata, terbalik, diperbesar
                          Lensa okuler    => maya, tegak, diperbesar

2.      Pengamatan epitel rongga mulut (sel hewan)
2
 
1
 
3
 
1979490_838873592793655_152166364_n.jpg
Keterangan:
1.      Membran sel
2.      Sitoplasma
3.      Inti sel


Perbesaran: 10 x 10

3.      Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)
1
 
3
 
2
 
20140314_134039.jpg
Keterangan:
1.      Dinding sel
2.      Inti sel
3.      Sitoplasma



Perbesaran: 10 x 10



VI.             PEMBAHASAN
Pada praktikum biologi kali ini membahas tentang komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaanya, cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop serta mengamati bentuk dan struktur sel hewan pada epitel rongga mulut dan sel tumbuhan pada sel bawang merah dengan mengambil lapisan epidermisnya (lapisan luar).
Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari ukuran aslinya sehingga memudahkan pengamat dalam mengidentifikasi benda-benda tersebut.

            Berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:
1.      Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat dan lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar.
2.      Lensa obyektif, lensa yang dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
3.      Tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
4.      Makrometer (pemutar kasar), berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
5.      Mikrometer (pemutar halus), pengatur untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
6.      Revolver, untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
7.      Reflektor, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
8.      Diafragma, untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
9.      Kondensor, untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan di naik turunkan.
10.  Meja mikroskop, sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
11.  Penjepit kaca, untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
12.  Lengan mikroskop sebagai pegangan pada mikroskop.
13.  Kaki mikroskop untuk menyangga atau menopang mikroskop.
14.  Sendi inklinasi, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

Langkah-langkah menggunakan mikroskop dengan baik dan benar sebagai berikut:
1.        Tempatkan kaca benda atau yang dikenal juga dengan gelas obyek dengan preparat yang hendak diamati pada meja objek. Atur sehingga objek tersebut tepat berada pada lapangan pandang.
2.        Jepit kaca benda dengan menggunakan penjepit khusus yang ada pada bagian atas meja objek.
3.        Selanjutnya, sembari mengamati dari arah samping, peneliti bisa menurunkan lensa obyektif hampir menyentuh gelas penutup. Gunakan pemutar kasar sampai jarak lensa obyektif dengan objek penelitian hanya tersisa 5 milimeter. Pada sebagian jenis mikroskop, jarak diatur tidak dengan pemutar kasar melainkan dengan menaikturunkan meja objeknya. Mikroskop yang seperti ini menuntut kehati-hatian sebab jika salah perhitungan, lensa objektif bisa saja menyentuh meja objek dan tergores.
4.        Cermatilah bayangan yang terlihat dari lensa okuler. Jika dibutuhkan, gunakanlah pemutar kasar untuk menaikkan juga menurunkan lensa objektif hingga didapatkan bayangan atau tampilan objek yang diamati dengan jelas. Apabila hal ini tidak berhasil membuat Anda melihat objek dengan jelas, maka mungkin Anda harus mengulangi langkah pada poin ketiga.
5.        Setelah objek yang diteliti terlihat jelas, Anda bisa menggunakan pemutar halus untuk menurunkan lensa objektif agar ojek tersebut bisa terlihat lebih jelas lagi.
6.        Jika dikehendaki, Anda bisa mendapatkan pembesaran yang kuat dengan cara mengganti atau merubah lensa obyektif. Untuk hal ini Anda bisa menggunakan bagian yang bernama revolver. Pastikan posisi obyek tidak bergeser sedikitpun. Sebab jika iya, maka terpaksa Anda harus mengulangi langkah dari poin yang pertama.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan mikroskop
1.      Meja preparat harus diletakkan di bidang datar untuk menjaga agar preparat tidak jatuh.
2.      Bersihkan lensa hanya dengan kain khusus untuk lensa sebelum dan sesudah menggunakan.
3.      Pegang mikroskop dengan erat menggunakan satu tangan dan tangan yang lain dipakai untuk menyangga kaki mikroskop.
4.      Gunakan kedua mata tetap terbuka ketika mengamati obyek di bawah mikroskop.
5.      Setelah menggunakan mikroskop, putar pengatur kasar agar terdapat jarak antara lensa obyektif dengan meja mikroskop, aturlah posisi cermin dalam posisi tegak.
6.      Bungkus mikroskop dan simpan dalam tempat yang aman.

Setelah kita mengetahui cara penggunaan mikroskop yang baik dan benar tentu harus tahu bagaimana gambaran obyek pada mikroskop dapat teramati dan proses pembentukan bayangannya. Untuk membuktikannya dengan melakakukan pengamatan pertama yaitu pengamatan huruf “d” dan “b”.

1.      Pengamatan potongan huruf “d” atau “b”
a.       Pengamatan huruf “d”
·         Pembentukan bayangan huruf “d” berubah menjadi huruf “p”
·         Bayangannya terbalik db p
·         Preparat digeser ke kiri bayangannya bergeser ke kanan.
·         Preparat digeser ke kanan bayangannya bergeser ke kiri.
·         Preparat digeser ke depan bayangannya bergeser ke belakang.
·         Preparat digeser ke belakang bayangannya bergeser ke depan.

b.      Pengamatan huruf “b”
·         Pembentukan bayangan huruf “b berubah  menjadi huruf “q
·         Bayangan terbalik bd q
·         Preparat digeser ke kiri, bayangannya bergerser ke kanan
·         Preparat digeser ke kanan bayangannya bergeser ke kiri
·         Preparat digeser ke depan bayangannya bergeser ke belakang
·         Preparat digeser ke belakang bayangannya bergeser ke depan
Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan dari pengamatan kedua huruf di atas bahwa pada penglihatan pertama lensa obyektif menerima bayangan berupa nyata, terbalik, diperbesar, kemudian diteruskan oleh lensa okuler berupa bayangan maya, tegak dan diperbesar (lihat Hasil Pengamatan 1).
Kemudian, tujuan selanjutnya yaitu mengamati bentuk dan struktur sel. Sel merupakan satuan unit terkecil menyusun suatu organisme. Karena sel merupakan unit terkecil maka untuk mengamati bentuk dan struktur dengan jelas menggunakan mikroskop untuk memperbesar bayangan sel tersebut.

2.      Pengamatan bentuk dan struktur sel
1.      Pengamatan epitel rongga mulut (sel hewan)
Dalam praktikum ini pengambilan sel epitel rongga mulut menggunakan skalpel yang sudah diberi alkohol. Yang berfungsi sebagai penyeteril atau pembunuh bakteri atau kumau – kuman yang ada pada skalpel. Setelah itu sel epitel diletakkan di gelas obyek, kemudian ditetesi methilen blue yang berfungsi sebagai memperjelas tampilan pengamatan sel epitel rongga mulut di bawah mikroskop, dan tutup gelas obyek dengan gelas penutup lalu amati di bawah mikroskop.
Lihat (Gambar hasil pengamatan 2) bahwa bentuk sel hewan tidak beraturan karena sel tersebut hanya diselubungi membran sel yang elastis yang di dalamnya cairan sel atau sitoplasma dan jarak inti sel (bintik-bintik hitam) dengan inti-inti sel lain berjauhan. Dan letak inti sel berada di tengah.
2.      Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)
Sedangkan pada sel tumbuhan inti sel berada dekat dengan dinding selnya (ditunjukkan gambar hasil pengamatan 3). Juga bentuk sel-sel tumbuhan sangat rapat dan teratur. Dari hasil pengamatan terhadap sel bawang merah, didapatkan gambar berbentuk seperti batu bata dan teratur. Pada pengamatan menggunakan perbesaran 10x yang tampak pada sel bawang merah diantaranya; Inti sel, Sitoplasma dan dinding sel.

Dapat dilihat bahwa sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan. Di antaranya sel tumbuhan memiliki dinding sel, vakuola dan kloroplas. Sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel, kloroplas dan tidak lazim sel hewan memiliki vakuola. Pada hewan ada lisosom yang di dalamnya terdapat dua sentriol, pada tumbuhan lisosom tidak ada. Serta sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai kesamaan yaitu sama – sama mempunyai membran plasma, inti sel atau yang sering disebut nukleus, mitikondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi. Namun, yang dapat dilihat dari pengamatan menggunakan mikroskop cahaya kali ini memiliki satu perbedaan yaitu sel hewan diselubungi oleh membran sel dan sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel.

VII.          PENUTUP
7.1  Kesimpulan
1.      Umumnya mikroskop terdiri dari lensa obyektif, lensa okuler dan kondensor
2.      Cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop:
1)      Menyiapkan semua alat dan bahan, meliputi gelas obyek, gelas penutup, pipet tetes, silet tajam, air atau sejenisnya,  dan organisme.
2)      Organisme diiris tipis hingga tembus cahaya
3)      Letakkan pada kaca benda dan ditetesi dengan air
4)      Tutup dengan kaca penutup, dan preparat siap diamati
3.      Bentuk sel tumbuhan teratur sedangkan bentuk dari sel epitel rongga mulut tidak beraturan.

7.2  Saran
1.      Lebih menyiapkan materi sebelum praktikum
2.      Asisten seharusnya lebih ekstra dalam memberi petunjuk kepada  praktikan dan memakai jas lab











VIII.       DAFTAR PUSTAKA

Fahn, A. 1965. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Lakitan, Benyamin. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Soerodikoesoemo, W. dan S.W. Santosa. 1987. Anatomi Tumbuhan. Jakarta: Karunika Universitas Terbuka.
Sutrisno. 1984. Fisika Dasar. Bandung: ITB.
Tim Dosen Pembina. 2013. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Jember: Universitas Jember.

0 komentar:

Fachrun Nisa Tatimma. Diberdayakan oleh Blogger.
 

Minni Blog'Schulerin乂⍲‿⍲乂 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea